Maret 18, 2008 pada 9:31 am (Uncategorized)
Yup… lantunan kata itu mengalir begitu derasnya dari lisan manusia tersebut.
Berbagai persepsi pun berdesak tuk segera berkeliaran dari arena peristirahatan pemikirannya.
Pendapat dari setiap orang pun terucapkan akibat lantunan kata itu.
Saling menyampaikan pendapat, argumen serta ide bahkan tak sedikit egois berperan di sana.
Pemimpin itu pun segera menengahkan dari pendapat-pendapat yang berlalu lalang
Disinilah pemimpin itu kan berperan bijak atau tidak.
Pemimpin kan teruji
Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Februari 20, 2008 pada 4:47 am (Artikel)
M. Anis Matta (Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional)
Patra Jasa Semarang, 17 Februari 2008
Sosialisasi PEMILU Wilda WIJAYA
PKS adalah Masa Depan
Ustadz memulai dengan “Saya rasa antum tidak perlu taujih, visi misi sudah jelas, kita hanya tinggal menunggu takdir baik kita di 2009”. Takdir bukanlah sesuatu yang kita ciptakan, akan tetapi ia sesuatu yang kita ‘ikut’ ciptakan. Antara kehendak kita yang kits harapkan bertemu dengan kehendak Allah.
2009 adalah tahun keajaiban bagi banyak orang, banyak orang2 diluar PKS mengatakan 20% terlalu besar untuk PKS. Ikhwah di DPP bilang: “hanya keajaiban yang buat kita bisa dapat 20%”, saya bilang: “maka keajaiban itu harus kita wujudkan 2009 nanti. Bahkan, kalau 20% itu keajaiban, maka kita ingin melampaui keajaiban itu. 20% adalah angka yang harus kita lampaui akhi.”
Kita adalah anak2 muda. Anak-anak muda ada untuk menciptakan keajaiban, partai ini bertugas untuk ciptakan keajaiban. 20% adalah tugas sejarah untuk kita. Umar ibn Khotthob pernah mengatakan: “setiap saya menghadapi masalah yang rumit, saya panggil anak muda”
SBY pernah ditanya: “kenapa minta didukung PKS?” jawabnya: “saya butuh dukungan moril dari PKS” –beliau tahu, bahwa kita ini tidak bisa diharapkan untuk dukungan dana, karena PKS gak punya duit.
Tahun ‘70-an presiden Korsel Park Jung He ke aceh, dia lihat ayat Qur’an di sebelah baiturrahman: “Innallaah laa yughoyyiru maa biqoumin, hatta yughoyyiru maa bi anfusihim” –beliau bertanya; “artinya apa?”, “Tuhan tidak mengubah keadaan suau kaum, sampai kaum itu yang mengubah keadaannya sendiri”. Jadilah ayat itu dicatat, kemudian dibawa ke Korsel untuk dijadikan slogan resmi pemerintah; “Tuhan tidak mengubah keadaan korea selatan, sampai rakyat korea yang mengubah keadaannya sendiri”. Padahal hanya satu ayat tapi luar biasa hasilnya sekarang. Kalau kita karena kebanyakan ayat, ada 6666, jadi bingung mau mulai dari mana. Baca entri selengkapnya »
& Komentar
Februari 19, 2008 pada 2:28 am (Coretan)
Robb, aku bermunajat kepada Mu..Kesendirianku, memberi arti sesungguhnya hidup.
Kesendirianku, mengajari aku bagaimana hidup.
Kesendirianku, menasihati aku dalam menjalani hidup.
Kesendirianku adalah buku ku.
Kenapa sunyi wahai jiwaku?
Kesunyian dalam hati ini selalu mengingatkan diri pada Sang Pembolak-balik hati.
Ya Robb..
Takdirku tertulis dalam kesendirian.
Kecilku penuh dengan kesendirian.
Dewasaku penuh dengan kesendirian
Tuaku penuh dengan kesendirian
Matiku penuh dengan kesendirian
Kesendirianku diselimuti dengan keramaian.
Kenapa sendiri? Baca entri selengkapnya »
& Komentar