Mei 8, 2008 pada 7:43 am (Artikel)
5 Bekal Istri Aktivis Dakwah
Oleh: Anis Byarwati
dakwatuna.com – Seorang aktivis dakwah membutuhkan istri yang `tidak
biasa’. Kenapa? Karena mereka tidak hanya memerlukan istri yang pandai
merawat tubuh, pandai memasak, pandai mengurus rumah, pandai mengelola
keuangan, trampil dalam hal-hal seputar urusan kerumah-tanggaan dan
piawai di tempat tidur. Maaf, tanpa bermaksud mengecilkan, berbagai
kepandaian dan ketrampilan itu adalah bekalan `standar’ yang memang
harus dimiliki oleh seorang istri, tanpa memandang apakah suaminya
seorang aktivis atau bukan. Atau dengan kalimat lain, seorang
perempuan dikatakan siap untuk menikah dan menjadi seorang istri jika
dia memiliki berbagai bekalan yang standar itu. Lalu bagaimana jika
sudah jadi istri, tapi tidak punya bekalan itu? Ya, jangan hanya diam,
belajar dong. Istilah populernya learning by doing. Baca entri selengkapnya »
& Komentar
Februari 20, 2008 pada 4:47 am (Artikel)
M. Anis Matta (Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional)
Patra Jasa Semarang, 17 Februari 2008
Sosialisasi PEMILU Wilda WIJAYA
PKS adalah Masa Depan
Ustadz memulai dengan “Saya rasa antum tidak perlu taujih, visi misi sudah jelas, kita hanya tinggal menunggu takdir baik kita di 2009”. Takdir bukanlah sesuatu yang kita ciptakan, akan tetapi ia sesuatu yang kita ‘ikut’ ciptakan. Antara kehendak kita yang kits harapkan bertemu dengan kehendak Allah.
2009 adalah tahun keajaiban bagi banyak orang, banyak orang2 diluar PKS mengatakan 20% terlalu besar untuk PKS. Ikhwah di DPP bilang: “hanya keajaiban yang buat kita bisa dapat 20%”, saya bilang: “maka keajaiban itu harus kita wujudkan 2009 nanti. Bahkan, kalau 20% itu keajaiban, maka kita ingin melampaui keajaiban itu. 20% adalah angka yang harus kita lampaui akhi.”
Kita adalah anak2 muda. Anak-anak muda ada untuk menciptakan keajaiban, partai ini bertugas untuk ciptakan keajaiban. 20% adalah tugas sejarah untuk kita. Umar ibn Khotthob pernah mengatakan: “setiap saya menghadapi masalah yang rumit, saya panggil anak muda”
SBY pernah ditanya: “kenapa minta didukung PKS?” jawabnya: “saya butuh dukungan moril dari PKS” –beliau tahu, bahwa kita ini tidak bisa diharapkan untuk dukungan dana, karena PKS gak punya duit.
Tahun ‘70-an presiden Korsel Park Jung He ke aceh, dia lihat ayat Qur’an di sebelah baiturrahman: “Innallaah laa yughoyyiru maa biqoumin, hatta yughoyyiru maa bi anfusihim” –beliau bertanya; “artinya apa?”, “Tuhan tidak mengubah keadaan suau kaum, sampai kaum itu yang mengubah keadaannya sendiri”. Jadilah ayat itu dicatat, kemudian dibawa ke Korsel untuk dijadikan slogan resmi pemerintah; “Tuhan tidak mengubah keadaan korea selatan, sampai rakyat korea yang mengubah keadaannya sendiri”. Padahal hanya satu ayat tapi luar biasa hasilnya sekarang. Kalau kita karena kebanyakan ayat, ada 6666, jadi bingung mau mulai dari mana. Baca entri selengkapnya »
& Komentar
Februari 18, 2008 pada 8:05 am (Artikel)
Pernahkah diri ini berfikir tuk menjadi orang lain…???
“Kayanya enak ya jadi si fulan atau enak ya jadi si fulanah..Dia bebas, orangtua sudah memberikan kepercayaan yang lebih, tajir lagi… Seandainya saya bisa seperti dia.. ” Baca entri selengkapnya »
& Komentar