Sepi Hati Dalam Jasad yang Terusik

Robb, aku bermunajat kepada Mu..Kesendirianku, memberi arti sesungguhnya hidup.
Kesendirianku, mengajari aku bagaimana hidup.
Kesendirianku, menasihati aku dalam menjalani hidup.
Kesendirianku adalah buku ku.

Kenapa sunyi wahai jiwaku?
Kesunyian dalam hati ini selalu mengingatkan diri pada Sang Pembolak-balik hati.

Ya Robb..
Takdirku tertulis dalam kesendirian.
Kecilku penuh dengan kesendirian.
Dewasaku penuh dengan kesendirian
Tuaku penuh dengan kesendirian
Matiku penuh dengan kesendirian

Kesendirianku diselimuti dengan keramaian.
Kenapa sendiri?

Wahai Maha Pengatur Alam,
Begitu luas alam Kau bentangkan
Begitu tinggi langit Kau tudungkan
Begitu dalam gunung Kau tancapkan
Begitu banyak makhluk yang Kau ciptakan
Kenapa jiwa ini terasa hampa?

Adakah arti ini?
Ketaqwaan serta keimanan.. hendak ditanggalkan?

Berbicara dalam hati penuh dengan kenyataan hidup
Diri ini hidup penuh dengan Kasih Cinta dan Sayang Allah ‘Azza Wa Jalla.
Tak usah sedih dan risau. Cintailah Allah maka Allah akan mencintai diri ini.
Walau kau sendiri dalam hidup.

& Komentar

  1. okikuswanda berkata,

    Februari 24, 2008 pada 7:58 am

    aslkm

    mantappppppppp

    subhnallah kata2nya

  2. nisa berkata,

    Maret 15, 2008 pada 9:19 am

    asw

    laa takhof wa laa tahzan…
    innallaHa ma’ana…


Tulis sebuah Komentar